Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jakarta Selatan Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Dorong Peran Aktif Masyarakat Kawal Pemilu 2029

burhan

Jakarta Selatan, 11 Juni 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Jakarta Selatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pendidikan pengawasan yang dilaksanakan di seluruh wilayah DKI Jakarta. 

Pelaksanaan P2P berlangsung selama dua hari dengan metode hybrid, yakni kombinasi pembelajaran daring dan luring. Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi tatap muka yang difokuskan pada pendalaman materi terkait pencegahan pelanggaran pemilu, penanganan pelanggaran, serta penyelesaian sengketa proses pemilu. Para peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi secara interaktif dengan jajaran Bawaslu Kota Jakarta Selatan guna memperkuat pemahaman mereka mengenai pengawasan kepemiluan. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta serta seluruh anggota Bawaslu Kota Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, anggota Bawaslu DKI Jakarta menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pengawasan pemilu. Masyarakat diharapkan dapat menjadi “mata dan telinga” Bawaslu dalam mengawal jalannya demokrasi serta menyampaikan informasi awal apabila ditemukan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungan sekitarnya. 

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu upaya Bawaslu untuk meningkatkan literasi politik dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Melalui program ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai sistem kepemiluan, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. 

Kegiatan P2P Jakarta Selatan secara resmi ditutup oleh anggota Bawaslu Kota Jakarta Selatan, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama pelatihan berlangsung. Bawaslu berharap para lulusan P2P dapat menjadi agen pengawasan partisipatif di tengah masyarakat dan turut berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, demokratis, dan berintegritas. 

Dengan terselenggaranya Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Jakarta Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya pengawasan yang melibatkan masyarakat secara luas sebagai fondasi utama demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.