Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jakarta Selatan Dorong Literasi Digital untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029

ddgrtgrtygrtyry

JAKARTA SELATAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Selatan terus mendorong penguatan literasi digital masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan pengawasan Pemilu yang berintegritas menuju Pemilu 2029, (19/08/2026)

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan “SPEAK – Ngobrol Bareng: Literasi Digital untuk Demokrasi Pemilu 2029” yang mengangkat tema literasi digital dan pengawasan partisipatif. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog antara Bawaslu dengan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan warga dalam memilah informasi kepemiluan di ruang digital.

ddgdg

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan informasi di era digital. Ruang digital saat ini menjadi salah satu arena utama penyebaran informasi, interaksi politik, dan komunikasi masyarakat. Karena itu, kemampuan masyarakat dalam membedakan informasi yang benar dan informasi palsu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Dr (c). Andre Firza Setyananda, S.Kom., M.H. memberikan perhatian terhadap potensi penyebaran hoaks dan deepfake yang dapat mengganggu proses demokrasi. menyampaikan bahwa hoaks dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat, meningkatkan polarisasi, menurunkan partisipasi, serta berpotensi menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Sementara itu, teknologi deepfake menghadirkan tantangan baru karena mampu memanipulasi video, audio, maupun foto sehingga sulit dibedakan dari konten asli.


Untuk menghadapi tantangan tersebut, masyarakat didorong tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan Pemilu. Dalam materi kegiatan, masyarakat diajak melakukan empat langkah pengawasan partisipatif di ruang digital, yaitu aktif memantau, melaporkan dugaan pelanggaran, menyebarkan informasi yang benar, serta membangun diskusi yang kritis dan santun.ungkapnya

Atiq Amalia Ketua Bawaslu Jaksel juga memaparkan langkah sederhana dalam melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi. Masyarakat dapat mengidentifikasi informasi yang memicu emosi, memeriksa sumber dan kredibilitasnya, melakukan pengecekan silang dengan media maupun situs resmi, menggunakan alat pemeriksa fakta, serta tidak menyebarkan informasi sebelum kebenarannya terverifikasi.

sfsfsff

Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat. Pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga negara.

Melalui kegiatan SPEAK – Ngobrol Bareng, Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Selatan mengajak masyarakat, mahasiswa, dan content creator untuk turut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu di ruang digital. Masyarakat diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Kegiatan juga diarahkan pada pembentukan komitmen bersama melalui Deklarasi Pemilih Cerdas dan Anti-Hoaks. Komitmen tersebut antara lain berupa kesediaan untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya, melaporkan hoaks dan konten provokatif, menjadi pemilih cerdas dan berintegritas, serta mengajak keluarga dan komunitas untuk meningkatkan literasi digital.

berharap penguatan literasi digital dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem demokrasi yang sehat menjelang Pemilu 2029. Verifikasi sebelum membagikan informasi, melaporkan dugaan pelanggaran, dan ikut mengedukasi lingkungan sekitar merupakan bentuk nyata pengawasan partisipatif.