Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Bersama Pengawas Partisipatif, Angkat Tema Perempuan dan Demokrasi

Website

Foto: Humas Bawaslu Jaksel

Bawaslu Kota Jakarta Selatan melakukan Konsolidasi Demokrasi bersama Pengawas Partisipatif pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Kantor Bawaslu Jakarta Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan dan Demokrasi” sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat peran perempuan dalam kehidupan demokrasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya pengawas partisipatif, komunitas perempuan, serta pegiat demokrasi. Konsolidasi ini menjadi wadah diskusi dan penguatan kapasitas dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya perempuan, dalam proses pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Jakarta Selatan Atiq Amalia menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Tidak hanya sebagai pemilih, perempuan juga memiliki kontribusi penting sebagai agen pengawas partisipatif yang dapat memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur dan adil. “Ujarnya” 

Diskusi dalam kegiatan ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dalam ranah politik dan demokrasi, termasuk keterbatasan akses, partisipasi, serta representasi. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran dan keterlibatan aktif perempuan dalam pengawasan pemilu.

https://jakartaselatan.bawaslu.go.id/berita/bawaslu-gelar-rapat-koordinasi-penyelesaian-sengketa-proses-pemilu

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Dengan kolaborasi yang kuat antara penyelenggara dan masyarakat, diharapkan demokrasi yang berkualitas dapat terwujud.

Konsolidasi Demokrasi ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam demokrasi di Indonesia.

 

Penulis: Fathurrahman

Editor : Fathurrahman